Untitled Document

Isi Berita..

Merenungi Profesi di Ketinggian Saat Ini

Kalau kita tengok sedikit melihat kembali dunia petualangan, maka panjat tebing dapat dikatakan di masa sekarang merupakan olahraga petualangan yang paling aplikatif untuk dapat dijadikan profesi. Berbagai pekerjaan di ketinggian tidak lepas dari keilmuan berbasis panjat tebing. Kita bisa melihat maraknya berbagai bentuk wisata panjat tebing hingga pekerjaan-pekerjaan bidang industry yang dapat digarap sebagai dampak dari sangat aplikatifnya basis keilmuan panjat tebing ini.

Perkembangan terhangat sekarang adalah kiprah panjat tebing pada bidang keselamatan bekerja di ketinggian. Bersama-sama pemerintah RI dalam hal ini Depnakertrans sedang giat-giatnya mendorong aplikasi keilmuan di ketinggian ini untuk dapat menjadi sebuah peraturan pemerintah yang diharapkan ke depannya menjadi payung hukum bagi terciptanya keselamatan bekerja dalam berbagai profesi pekerjaan di ketinggian. Artinya akan banyak orang yang tertolong dengan fenomena ini, pertama terutama bagi para buruh-buruh bangunan yang harus naik-naik di ketinggian dengan penggunaan pengamanan yang minimalis karena tidak mendapatkan pembekalan sebelumnya dari perusahaannya, maka di masa yang akan datang diharapkan akan mendapatkan perhatian yang lebih baik dari perusahaan yang mempekerjakannya. Artinya ribuan bahkan jutaan rakyat Indonesia yang mengadu nasib menjadi buruh di ketinggian akan terselamatkan dari bahaya jatuh.

Kedua bagi para penggiat panjat tebing yang selalu eksis dalam berkiprah di panjat tebing diharapkan akan mendapatkan “jalan” yang lebih mulus dalam menjalankan profesinya dengan kondisi ini. Karena bukan tidak mungkin para penggiat hobi di ketinggian akan dibutuhkan oleh berbagai pihak yang membutuhkan terutama tenaga spesialis yang dapat memberikan andil yang lebih baik di bidang ini. Akankah fenomena ini akan disia-siakan begitu saja? tentu tidak, fenomena ini perlu disikapi sebagai suatu tantangan.

Tidak mudah memasuki dunia industry yang berbeda dengan terapan keilmuan panjat tebing yang biasa kita lakukan. Masalah keilmuan, frame work dan cara berfikir yang agak berbeda antara terapan dunia industry dan panjat tebing sebagai hobi petualangan menjadi sebuah tantangan yang perlu disikapi dengan arif jika kita ingin mencoba berkiprah di dalamnya.

Skygers sebagai sebuah wadah perintis panjat tebing modern di Indonesia kembali menjadi pendobrak di bidang keselamatan kerja di ketinggian. Skygers telah membuka jalan bukan hanya bagi para alumninya tapi bagi siapapun yang terlibat dalam bidang ini. Begitu besar peluang yang dibuka lebar bagi siapapun yang ingin menikmatinya. Tantangan semakin besar menghadapi kondisi ini. Bagi para alumni SKYGERS, belajar dan belajar terus dan selalu tidak merasa puas adalah hal yang lebih baik kiranya jalan yang harus dipilih. Sekali lagi kita harus banyak berterimakasih kepada perintis panjat tebing modern Indonesia mas Hary Suliztiarto dan dukungan teman-teman di sekeliling beliau yang tanpa henti selalu belajar dan memikirkan pengembangan panjat tebing menjadi lebih aplikatif dan selalu bermanfaat untuk orang banyak. Tanpa ide-ide nya kita tak akan menikmati panjat tebing seperti sekarang. Walaupun mungkin beliau tak berfikir sejauh itu.

13 July 2010
-o§o-

Risiko Tinggi (tidak) Akan Memberi Hasil Tinggi

Kegiatan di ketinggian mempunyai risiko yang sangat tinggi, tapi apakah hasil dari kegiatan itu juga sepadan? Mari kita lihat beberapa contoh berikut:

  1. Seorang tukang batu membangun rumah tinggal memasang pondasi di dasar tanah, sehari mendapat pendapatan sekira Rp.60ribu per hari. Setelah 30 hari bekerja, tukang batu batu yang sama memasang batu bata untuk dinding di ketinggian 10m dari tanah dengan upah yang tetap Rp.60ribu per hari.
  2. Seorang tukang cat baru saja mendapat order melakukan pengecatan konstruksi papan iklan setinggi 15m dari perusahaan periklanan dengan upah Rp.75ribu per hari sama seperti jika ia melakukan pengecatan pagar sekolah setinggi 50cm.

Pada kedua contoh itu sepertinya naiknya tingkat risiko tidak lantas dibarengi oleh kenaikan upah. Apa ini salah?

Pada contoh lain, seorang penasihat investasi mendapat order dari ibu tangga untuk memberikan strategi investasi dengan nilai investasi Rp.100juta, untuk jasa itu ia mengenakan biaya advise Rp.1juta kepada si ibu rumah tangga. Pada kesempatan lain ia mendapat order dari perusahaan multinasional dengan nilai investasi USD.100juta, biaya yang dikenakan adalah USD.1juta. Kedua nasabahnya dikenakan biaya 1% dari nilai investasi!

Apakah si pensehat investasi sama dengan tukang batu atau tukang cat kita tadi? Pada contoh si pensehat investasi tingkat risiko naik tidak hanya dari sisi naiknya nilai investasi tapi juga dari nasabah yang dihadapi, ibu rumah tangga dengan perusahaan multinasional jelas mempunyai prosedur yang berbeda ketika masing-masing merasa si penasihat melakukan kesalahan advise.

Kembali ke kasus pekerja pada ketinggian, kenapa naiknya risiko tidak lantas membuat mereka minta upahnya dinaikkan (hal yang kelihatannya harus dilakukan)? Ada satu sebab yang mungkin bisa diajukan yaitu mereka tidak punya pengetahuan yang cukup bahwa naiknya risiko harusnya dibarengi dengan naiknya hasil! Siapa ya yang salah?

30 June 2010
-o§o-

Sertifikasi Keahlian Kerja di Ketinggian 2010

Spanset-SKYGERS sebagai perusahaan jasa keselamatan dan kesehatan kerja akses tali (PKJ3 Akses Tali) akan menggelar pelatihan bekerja pada ketinggian 27-29 Juli 2010. Ada dua jenis pilihan pelatihan yang bisa diikuti:

  1. Training Work Positioning and Fall Arrest
  2. Training Fall Protection Equipment Appreciation and Inspection

Pelatihan yang pertama dilakukan di Jakarta untuk teori sedangkan praktek dilakukan di Purwakarta, Jawa Barat. Sedangkan pelatihan kedua seluruhnya dilakukan di Jakarta.

Detil lebih lengkap mengenai pelatihan (kontak dan biaya) dapat dilihat pada brosur (pdf, 54kb) terlampir.

30 June 2010
-o§o-

Deklarasi Citatah, Awal Konservasi Tebing Nasional

Kita sudah lama teriak karena kuatir tidak bisa melakukan pemanjatan di tebing-tebing di kawasan Citatah karena kalah cepat dengan ekskavator pengumpul batu marmer, teriakan dilakukan juga oleh para pecinta goa dan geolog yang tahu bahwa Bandung di masa purba adalah danau, so Citatah adalah kawasan pemukiman manusia sunda purba di tepian sebuah danau purba nan luas. Dan kemarin teriakan itu diformalkan menjadi Deklarasi Citatah, yang isinya menyatakan bahwa Kawasan Karst Citatah wajib dilindungi! Ikut menandatandatangani Deklarasi Citatah antara lain Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf, Wakil Bupati Kabupaten Bandung Ernawan Natasaputra serta para stakeholder lainnya termasuk Federasi Panjat Tebing Indonesia.

Semoga aja Deklarasi itu membuat para pembuat kebijakan dan pengambil keputusan sadar, bahwa anak-cucu kita lebih membutuhkan tebing-tebing itu dibandingkan kita saat ini yang menukarnya dengan duit. Sebetulnya siapa sih yang telah menggadaikan tebing-tebing dan tanah-tanah itu ke para pemilik modal? Ah, mungkin mereka telah mati, atau telah mati hati.

Dengan Deklarasi Citatah itu telah membesarkan lagi harapan kita bahwa para pemanjat akan masih bisa memanjat jalur-jalur pemanjatan di tebing-tebing yang ada di kawasan karst Citatah, paling tidak sampai sebulan ke depan, tapi entah kalau sampai akhir tahun ini apalagi sampai akhir regim pemerintahan ini. Semoga masih ada.

Deklarasi Citatah akan segera bergaung ke seluruh penjuru negri (seperti Deklarasi Bandung 1955) yang juga punya ancaman sejenis yaitu kalahnya penggiat panjat tebing dan pecinta lingkungan oleh para pengusaha batu marmer atau batu kapur atau batu lainnya. Berita lengkap tentang Deklatasi Citatah silahkan baca di Pikiran Rakyat.

11 June 2010
-o§o-

Pendataan Tebing dan Jalur Pemanjatan di Indonesia

Indonesia sebetulnya mempunyai banyak sekali hamparan tebing-tebing pemanjatan yang tidak kalah keren dari yang dimiliki oleh negara lain. Saat ini baru berhasil didata tidak sampai 30 tebing dan 300-an jalur-pemanjatan. Pendataan tebing dan jalur masih merupakan kerja yang kurang menantang, padahal manfaat ekonomi dengan adanya data tebing dan jalur pemanjatan tidak boleh diremehkan.

Di beberapa negara pembersihan tebing dan pembuatan jalur pemanjatan mendapat dana yang memadai dari instansi terkait, karena dengan tebing yang indah dan jalur pemanjatan yang menantang akan mempunyai daya tarik pariwisata yang cukup menggiurkan.

Di negri tetangga Malaysia, para pemanjat petualang rutin mendapat bantuan peralatan untuk membuat jalur pemanjatan seperti yang bisa kita temui di Batu Cave sehingga jalur memenuhi standar safety yang memadai. Saat ini Batu Cave telah menjadi tujuan pemanjatan kelas dunia yang sangat diperhitungkan. Para pemanjat Jepang, Korea, China rutin mendatangi Batu Cave hanya untuk sekedar menjajal jalur-pemanjatan yang ada.

Kapan hal tersebut bisa dilakukan di bumi Nusantara kita? Semoga kita masih sempat menyaksikannya.

10 June 2010
-o§o-
Bestview w/ Firefox. Designed and powered by EMHA.